Analisa Terhadap Kecenderungan Masyarakat Indonesia Hari Ini

Entah memang karàkter ásli dari bangsa Indonesia, atau cuma karena keadaan yang memaksa. Namun fakta yang ada di lapangan menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia lebih cenderung atau tergolong Marhaenistik (burjuis kecil). Meskipun jumlahnya mungkin tak sebanyak kalangan masyarakat pekerja namun jika di lihat golongan borjuis kecil ini lumayan mendominasi. Lihat saja pengusaha-pengusaha kecil mulai merebak apalagi di era maraknya sosial media dewasa ini.

Bahkan jika ditanyakan mereka yang sekarang menjadi pekerja pun mengindamkan menjadi pengusaha. Tak hanya itu, faktor lain yang membuat banyak orang berbondong-bondong ingin jadi pengusaha ialah karena hanya dengan menjadi pengusaha lah mereka tidak mengalami penindasan mental maupun ekonomi oleh pihak lain. Pemikiran semacam ini sangat lumrah di tengah situasi masyarakat yang minat bacanya rendah dan sistem kapitalisme yang dibiarkan terus mencengkramkan kukunya di tanah air tercinta.

Namun akibatnya cukup fatal karena sistem semacam ini membuat ketimpangan sosial semakin meluas. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa kepemilikan tanah sejak orde baru hingga hari ini masih di dominasi oleh para konglomerat domestik maupun asing. Wacana menasionalisasikan perusahaan-perusahaan juga masih tersandera oleh undang-undang yang pro pengusaha sehingga pemerintah pun tak dapat berbuat banyak. Ditambah lagi terpecah belahnya kekuatan nasional, juga mental koruptif yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme membuat semakin sulitnya memperbaiki keadaan.

Akhirnya semua individu harus bekerja sendiri-sendiri untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Tidak ada lagi perjuangan kolektif untuk kepentingan dan kesejahteran bersama. Dan kalau pun ada kerjasama antar manusia, hubungan itu hanyalah sebatas hubungan bisnis semata. Meskipun masih ada orang yang tidak bertindak seekstrem itu tetapi bukan tidak mungkin keadaan akan mengarah kesana kalau keadaan ini tak segera di perbaiki.