Disiplin Kerja Untuk Kekayaan Orang Lain

Didalam sistem kapitalisme setiap orang dituntut untuk berdisiplin kerja. Mereka berangkat kerja pada pagi hari dan pulang pada malam hari untuk kekayaan orang lain. Lantas siapa yang diuntungkan dalam sistem ini ? Tak lain ialah sang kapitalis (pemilik modal).

Akibatnya sekarang orang berbondong-bondong ingin menjadi kapitalis. Mereka mencoba mengumpulkan modal sedikit demi sedikit ataupun meminjam modal dari bank atau pun yang lainnya. Hingga borjuis-borjuis kecil pun lahir dengan sikap dan watak yang sama dengan induknya yaitu borjuis kapitalis.

Sikap dan watak borjuis kapitalis yang gemar menjajah dan menghisap pun merajalela dimana-mana. Sasarannya adalah anak-anak yang baru lulus sekolah menengah atas dimana fikirannya masih polos dan tak punya pengalaman. Membuat borjuis-borjuis kecil itu bisa mendapatkan pekerja yang super murah. Hal ini tak dapat terelakan bagi masyarakat ekonomi lemah yang telah lama diposisikan sebagai orang miskin. Sehingga anak -anak merekapun harus rela bekerja apa saja dengan upah berapapun, asalkan dapat menghasilkan uang demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bandingkan dengan mereka anak-anak borjuis kapitalis. Mereka ini tak perlu bersusah payah bekerja untuk orang lain karena sudah memiliki modal yang besar, asal mau bekerja sedikit dan disiplin sebentar maka dia akan mampu melanjutkan perusahaan keluarga maupun membuka cabang usaha sendiri.

Disini peran negara dapat dikatakan nol meskipun tak sedikit negara telah membantu seperti menggratiskan sekolah, menggratiskan berobat, dan bantuan-bantuan lainnya. Namun selama sistem kapitalisme ini tidak dihilangkan maka tetap saja ketimpangan-ketimpangan sosial ini akan terus terjadi, bahkan akan semakin masif. Entah apa yang akan terjadi jika hal ini masih terus dipelihara. Kekacauan-kekacauan mutlak akan terjadi akibat ulah para borjuis kapitalis. Saat ini orang-orang masih belum sadar atas penghisapan oleh para kapitalis kepada dirinya. Tapi kelak, ingatlah... kekacauan besar akan terjadi dan para borjuis kapitalis harus bertanggung jawab atas segala perbuatannya dihadapan majelis rakyat, dimana rakyatlah yang akan menjadi hakimnya.