"Chinese Democracy" Kritik Guns N Roses Terhadap PKC


Musik, sebagai salah satu karya seni dapat dipahami sebagai sebuah simbol dalam komunikasi. Maka musikpun harus mampu merefleksikan realitas sosial di sekitarnya. Seperti simbol lainnya, musik mempunyai kemampuan untuk menghasilkan kembali atau menentang struktur sosial yang dominan. (Robinson, 1991:33).

Guns N’ Roses melakukan caranya sendiri untuk mengecam tindakan-tindakan PKC terhadap Falun Gong, melalui lagunya mereka mencoba menyadarkan dan membuka mata dunia bahwa ada penindasan kejam yang dilakukan oleh Pemerintah China. Chinese Democracy, adalah sebuah lagu dari Guns N’ Roses (GN’R) yang bercerita tentang kekejaman PKC terhadap Falun Gong. Sebelum lagu ini dirilis resmi oleh pihak rekaman, perdebatan panjang tentang lamanya pembuatan album ini (Album “Chinese Democracy”) membuat album dan lagu ini menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu, dan perdebatan panjang tersebut malah membuat lagu itu semakin banyak dikenal.

Album Chinese Democracy dirilis pada 23 November 2008, walaupun album ini tidak sesukses album Appetite For Destruction atau Use Your Illusion namun album ini menghadirkan lagu-lagu yang jauh lebih sopan liriknya. Ketika salah satu lagu mereka yang berjudul “Chinese Democracy” telah beredar terlebih dahulu (22 Oktober 2008) dibanding albumnya, pihak China bereaksi cepat dengan melarang masuknya berbagai konten mengenai GN’R. Semua warga China sangat kesulitan untuk mengakses informasi tentang GN’R baik melalui media massa maupun internet.  China sebagai salah satu Negara terketat dalam pembatasan akses internet menerapkan blokir terhadap situs-situs yang menyerang atau mengkritik pemerintahan china, saking ketatnya pembatasan akses internet itu maka China dijuluki “Great Firewall of China”. Situs-situs yang memuat hal-hal sensitif yang berkaitan dengan Cina seperti Tiannanmen Square, Falun Gong, serta organisasi-organisasi illegal, benar-benar terlarang untuk diakses.

Setelah album itu benar-benar dirilis, PKC segera memblokir akses masuk album dan lagu itu dengan alas an lagu yang berjudul Chinese Democracy mengandung unsur “penghinaan” terhadap PKC, sedikit penggalan lirik tersebut adalah “//Blame it on the Falun Gong, they’ve seen the end and you can’t hold on now//” (Walaupun kalian menindas Falun Gong semaunya. Mereka akan menyambut hari berakhirnya penindasan, dan kalian sudah tidak bisa mempertahankan lagi penindasan itu). Lagu itu serta merta membangkitkan kemarahan Kementerian Kebudayaan Republik Rakyat China, sebuah badan administratif di bawah Dewan Negara yang bertugas menyeleksi segala hasil karya artis sebelum diedarkan untuk rakyat RRC. Lagu ini juga merupakan bentuk komunikasi non politik yang bisa mencuri perhatian dunia terutama PBB untuk lebih serius menindak PKC yang telah banyak melakukan pelanggaran HAM terhadap komunitas Falun Gong.