Friedrich Engels, Seorang Kaya Yang Berjiwa Mulia


Dia adalah seorang anak konglomerat di Inģgris, tapi dia lebih perduli dengan kaum buruh yang hidupnya melarat ketimbang melanjutkan usaha atau sekedar menikmati kemewahan yang telah dia warisi dari bapaknya. Dialah Friendrich Engels, Seorang yang menjadi sahabat sejati dari Karl Marx dan sekaligus pendiri Marxisme.

Sebelum bertemu Marx dia sering keluar masuk gubuk para buruh. Yang kemudian ia pimpin agar bisa melepaskan diri dari sistem kapitalisme yang membelenggu itu. Meskipun banyak orang mengeritik teorinya habis-habisan. Toh kemuliaan jiwa nya tetap saja membuat orang kagum.

Salah satu golongan yang sering menyudutkan pemikirannya adalah golongan agamis yang masih terbilang dangkal (belum malaka). Padahal seharusnya golongan agamis itu malu terhadap Engels yang seorang agnostik. Bagaimana bisa orang yang tak beragama lebih perduli kepada nasib kaum melarat di bandingkan dengan mereka yang merasa diri paling agamis. Apa yang di berikan kaum agamis hanyalah sekedar sembako dan sedekah, sementara Engels, dia memberikan suatu kemerdekaan bagi kaum melarat di seluruh dunia.

Meskipun teori yang di tawarkan Engels memang tak sempurna, dan harus di kontekstualkan dengan keadaan yang ada di setiap zamannya. Namun pada intinya pandangannya tetap berpihak pada kelas pekerja. Ini tak seperti pandangan industrialis kebanyakan, apa lagi di Indonesia. Kecenderungan untuk menindas yang lemàh sangat banyak terjadi disini, meskipun sikap seperti ini juga di lakukan oleh borjuis kecil sekalipun.