Motif dan Asal Muasal Tindakan Terrorism Ditinjau Dari Realitas Sosial


Aksi terror entah dengan memakai bomb atau sekedar senjata tajam memanglah merupakan suatu kejahatan yang tidak dibenarkan baik dari sisi hukum negara juga hukum agama. Banyak orang mengecam aksi tersebut, sehingga melahirkan banyak teori tentang motif serta asal muasal lahirnya terrorism.

Kebanyakan orang menyimpulkan bahwa cara beragama yang keliru merupakan faktor kunci atas terjadinya tindakan tersebut. Padahal jika didalami lagi, asal muasal radikalisme itu tak lain adalah kemiskinan dalam arti yang sesungguhnya maupun kemiskinan logika. Ini disebabkan oleh kurangnya pemeratan serta rendahnya minat membaca. Hal ini seharusnya dimaklumi oleh para cerdik pandai yang terdidik serta mapan kehidupannya.

Mengutuk para terroris bukanlah hal yang efektif, tetapi yang lebih efektif adalah mencegah timbulnya bibit-bibit terrorism tersebut. Lantas bagaimana kiranya cara mematikan keradikalan yang brutal itu ?Tak lain adalah dengan mewujudkan keadilan sosial. Jika ini belum lagi tercapai, maka sulit rasanya membunuh habis pemikiran-pemikiran radikal. Meskipun jaringannya telah di larang bahkan telah di kejar-kejar tetapi kenyataan hidup yang pahit tentu akan melahirkan kembali terroris-terroris baru. Oleh karena itu keadilan sosial itu sangat fundamental bagi suatu negara yang mengharapkan kedamaian.

Selain faktor kesenjangan ekonomi, hal lain yang perlu pula untuk dicermati ialah pendidikan. Metode belajar mengajar yang terkadang terkesan mendoktrinisasi membuat siswa jadi takut pada perbedaan. Padahal perbendaharaan pengetahuan yang luas akan sangat membantu seseorang menjadi lebih moderat. Bandingkan dengan mereka yang condong pada satu aliran saja, tentu mereka ini akan jauh lebih radikal karena menganggap hanya yang dia fahami saja sebagai kebenaran, sementara yang lain adalah salah dan perlu dibasmi dengan jalan kekerasan.

Demikianlah dua faktor yang merupakan akar dari segala tindakan kekerasan yang umumnya terjadi. Adapun faktor lain selain daripada dua hal diatas sebenarnya cukup banyak juga. Namun diperkirakan bukanlah sesuatu yang mendasar, melainkan hanya sekedar faktor pendukung. Oleh sebab itu menyalahkan ideologi apalagi agama adalah cukup keliru dan menggelikan. Serta sekali lagi  perlu disampaikan bahwa solusi yang paling logis adalah lagi-lagi dengam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.