Perjumpaan Friedrich Engels dengan Karl Marx


Usai putranya memenuhi kewajiban dalam dinas ketentaraan di Berlin, Friedrich Engels senior mengirimnya kembali ke Inggris. Ngeri juga rasanya, kalau benar kata desas-desus, bahwa Engels junior berenang terlampau jauh di kubangan Hegelian Muda yang kritis itu. Harus sesegera mungkin jiwanya dimurnikan kembali oleh kesucian dunia bisnis. Namun terlambat, Engels junior semakin dalam pergulatannya di dunia kaum radikal. Pada akhir tahun 1842, ketika dalam perjalanan ke Inggris, dia berkenalan dengan Moses Hess, seorang ideolog komunis terpandang kala itu. Di kantor koran Rheinische Zeitung di Köln, dia juga diperkenalkan kepada Karl Marx, seorang doktor filsafat yang baru lulus dan ditolak menjadi dosen di Berlin dan pemimpin redaksi koran tersebut. Dengan yang terakhir inilah kelak Engels junior menjalin persekutuan abadi.
Alih-alih sepenuhnya bertekun di dunia bisnis, aktivitas politik Engels junior kian menjadi-jadi. Di Inggris dia segera menjalin perkawanan dengan orang-orang Chartis, yang beberapa minggu sebelum kedatangannya, telah memimpin pemogokan umum di segitiga kota industrial Inggris (Manchester, Lancasshire, dan Chesire). Setibanya di Manchester, Engels berkenalan dengan Mary Burns, juga seorang aktivis gerakan buruh, yang memperkenalkannya kepada dunia kelas pekerja. Engels semakin kritis. Bacaannya atas buku-buku ekonomi kala itu berujung pada penulisan karya pertamanya, Garis-garis Besar Kritik Ekonomi-Politik, yang diterbitkan dalam edisi pertama sekaligus terakhir Deutsch-Französische Jahrbücher, jurnal serikat buruh emigran Jerman di Perancis, pada 1843. Marx, yang baru mengenalnya sepintas beberapa bulan sebelumnya, membaca tulisan ini dan mungkin memutuskan inilah orang yang layak dijadikan kawan seperjuangan. Konon, karena tulisan ini pulalah, Marx banting setir dari studi filsafat ke kritik ekonomi-politik. Di tahun itu juga, Marx keluar dari Rheinische Zeitung setelah korannya disensor pemerintah karena artikel-artikelnya yang kritis. Dia pergi ke Paris cari kerjaan. Kebetulan, Engels juga sedang ada perjalanan ke sana. Keduanya berjumpa untuk kedua kalinya dan dimulailah kerjasama sepanjang hayat yang kelak menggetarkan dunia. Produk pertama kerjasama ini adalah Keluarga Suci, kumpulan risalah polemik yang ditujukan kepada bekas kawan-kawan Hegelian mereka di Berlin. Buku ini menjadi semacam air baptisan yang mengikat keduanya sebagai saudara sepanjang hayat.
Dari Paris, Engels kembali ke Inggris. Di tempat kongsi Ermen & Engels berkantor, selepas bertugas, Engels junior makin sering keluyuran ke permukiman kaum buruh ditemani Mary Burns. Bedeng-bedeng kumuh kaum pekerja yang tumbuh merambat di tepian dunia megah borjuis, cerita-cerita pilu buruh kanak-kanak yang diupah tiga butir kentang, tingginya tingkat kematian karena buruknya sanitasi dan kondisi kerja yang brutal, meyakinkannya bahwa ada yang tidak beres dengan sistem perekonomian kapitalis dan ideologi ekonomi yang menyokongnya. Tidak seperti Marx yang terilhami gagasan sosialisme dari dunia filsafatnya yang canggih, Engels memeluk sosialisme karena berhadapan langsung dengan kenyataan empiris bagaimana kapitalisme bekerja. Bahkan sejak masa remajanya di Wupperthal. Perjumpaannya dengan sosialisme ternyata tidak terbatas di kantong-kantong permukiman kelas pekerja yang berhadapan dengan kapitalisme. Terbitan resmi, laporan inspektorat kesehatan, dan catatan-catatan lapangan kehidupan kaum pekerja dibacanya dengan seksama sepanjang 1842-1844. Hasil penyelidikannya ini ditawarkan untuk diterbitkan sebagai sebuah buku. Pada Agustus 1844, sambil menunggu kepastian penerbitan bukunya itu, Engels meninggalkan Manchester. Pada Februari 1845, Menteri Dalam Negeri Perancis mengusir Marx. Marx dan keluarganya hijrah ke Brussels, ibukota Kerajaan Belgia. Di sini, Marx menyusun sebelas tesis legendarisnya perihal filsafat materialisme Feuerbach. Pada April tahun itu juga, Engels tiba di Brussels dan bertemu Marx. Keduanya bekerjasama lagi menyusun risalah kritik atas filsafat Hegelian dan juga kritik atas karya-karya ekonomi-politik Inggris. Dari akhir tahun itu hingga awal 1846, mereka menyusun risalah yang kemudian terkenal sebagai Ideologi Jerman. Di dalam risalah yang tidak pernah terbit semasa hidup keduanya, Marx dan Engels menyemai benih konsepsi materialis mereka atas sejarah, yang kelak oleh Engels dinamai Materialisme Historis. Pada tahun itu juga, karya etnografi Engels perihal kondisi kelas pekerja Inggris terbit di Leipzig dalam Bahasa Jerman.