Anies Baswedan : Ada Ketidakadilan Sosial di DKI Jakarta


Dalam acara Halalbihalal yang digelar Pengurus Pusat Muhammadiyah, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat menyampaikan pidato membahas soal ketidakadilan sosial. Menurut dia, saat ini ada kecenderungan masyarakat DKI Jakarta selalu menyalahkan dan memojokkan kaum miskin, dan membiarkan kelompok elite yang melanggar aturan.

"Saya kirimkan pesan dari Jakarta untuk Indonesia. Sering kali kota ini yang dianggap pelanggar-pelanggar itu rakyat kecil. Ada yang jualan di pinggir jalan, diviralkan. Tapi gedung-gedung menjulang tinggi yang menyedot air tanah luar biasa dalamnya dilewatkan," kata Anies saat berpidato di Halalbihalal PP Muhammadiyah di Jakarta.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mencontohkan sudah berusaha melawan ketidakadilan dengan sejumlah cara. Salah satunya dengan cara menyegel bangunan di pulau reklamasi di Teluk Jakarta. Sebanyak 932 bangunan ilegal di tempat itu, kata Anies, selama ini disebut tak tersentuh hukum.

Masalah keadilan dan kepastian hukum seperti itu, dinilai Anies sebagai hal penting yang dilupakan para pemangku amanat rakyat. Anies menyebut masalah ekonomi dan politik sudah bisa ditangani. Tinggal masalah demokrasi atau keadilan ini yang belum tertangani.

"Apabila kita bisa bereskan ketidakadilan, Indonesia bisa jadi contoh. Lambang Muhammadiyah ini matahari terbit, bentangan umat Islam dari Maroko sampai Merauke. Izinkan cahaya kebangkitan Islam seperti bangkit menerangi pagi. Dari negeri paling timur di bentangan negara dengan umat Islam mayoritas, Indonesia," ujar Anies.