Che Guevara, Tokoh Komunis yang Jadi Inspirasi Ustadz Abdul Somad


Di balik sosoknya yang religius, siapa sangka, ternyata Ustadz Abdul Somad pernah mengagumi sosok revolusioner Kuba yang menganut paham komunis, Ernesto Che Guevara.

Kekaguman Ustadz Abdul Somad pada sosok Che Guevara pernah ia ungkapkan di dalam salah satu ceramahnya yang beredar di YouTube.

Ustadz Abdul Somad saat itu sedang memberikan ceramah mengangkat tema tentang berbagi kepada sesama.
Di tengah ceramahnya, tiba-tiba Ustadz Abdul Somad menyebut nama Che Guevara.

"Saya dulu suka baca biografi orang. Sampai fotonya saya pernah saya tempel di dinding kamar saya. Che Guevara, yang pakai topi baret," ujar Ustadz Abdul Somad.

"Karena saya terpukau dengan kisah hidup dia. Dia dokter, anak orang kaya, ditinggalkannya istana bapaknya, masuk ke hutan karena tertarik ingin menyelamatkan orang kena malaria. Che Guevara pernah jadi inspirasi hidup saya. Belakangan saya tahu rupanya dia komunis. Tak berTuhan. Ternyata orang tak berTuhan pun ada kepedulian dalam hatinya," lanjut Ustadz Abdul Somad.

Siapakah sosok Che Guevara yang pernah menjadi inspirasi hidup Ustadz Abdul Somad?

Dilansir dari Wikipedia, Ernesto Guevara Lynch de La Serna, lahir di Rosario, Argentina, 14 Juni 1928. Ia meninggal di Bolivia, 9 Oktober 1967 pada umur 39 tahun.

Che Guevara adalah seorang revolusioner, dokter, pengarang, pemimpin gerilya, diplomat dan pakar teori militer Marxis Argentina. Bersama Fidel Castro, ia memimpin revolusi di Kuba.

Fidel Castro dan Che Guevara berhasil melengserkan diktator Kuba bekingan AS, Fulgencio Batista.

Pada awal gerilya di Kuba, Che Guevara bergabung sebagai tenaga medis, bukan sebagai prajurit.

Che Guevara memanglah seorang dokter, Ia mendapatkan pendidikan kedokteran di Universitas Buoenos Aires.

Setelah lulus, Ia kemudian memilih untuk bepergian dengan sepeda motor menjelajahi Amerika Latin.

Dalam perjalanannya, Ia melihat kondisi nyata kehidupan masyarakat Amerika Latin yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Tinggal di tanah yang kaya, mereka malah hidup miskin, terbelakang, dan sederet kesusahan lainnya.

Fenomena ini kemudian menyadarkan dirinya kalau ada yang tidak beres dengan kondisi masyarakat, karena itulah, kemudian Ia memilih jalur revolusioner sebagai gerilyawan.

Che Guevara pernah mengunjungi Indonesia di masa kepemimpinan Presiden Soekarno.

Che Guevara pun memimpin delegasi untuk hadir pada Konferensi Asia Afrika. Ia terbang menuju berbagai negara seperti Uni Emirat Arab, Jepang, Thailand, hingga akhirnya ke Indonesia.

Selama rentang Juli hingga Agustus 1959, Che berada di Indonesia dan bertemu Presiden Sukarno.

Tak hanya itu, Che Guevara juga berkunjung ke Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. Di tempat bersejarah itu, ia menjalankan hobinya di bidang fotografi.