Batman Ngamuk, Namanya Di Catut Koalisi Kardus


Batman berlari dengan cepat sambil menggerutu "sialan siapa yang menjual namaku, sehingga kini aku yang jadi kambing hitam" keluh batman. Sesampainya di puncak gunung kardus Batman langsung marah besar kepada Jendral Kardus. "Jendral, kenapa nama saya di bawa-bawa oleh pendukung Jendral. Di kambing hitamkan itu pedih, Jendral" teriak Batman sambil mengepalkan tinjunya.

Jendral Kardus yang sudah tidak berdaya itu kemudian menjelaskan pada Batman ikhwal dirinya yang terdesak akibat terpukul tenaga sendiri dan koalisi yang kocar-kacir. Mendengar itu, Batman merasa kasihan pada sang Jendral yang tak berdaya. "Ah, Jendral malang nian nasib engkau, setelah habis-habisan berperang dan kalah. Sekarang malah engkau di tikung pendekar bangau". "Iya begitulah Bat" keluh Jendral sambil memasang muka sedih.

Sementara itu, diluar sana massa pendukung Jendral Kardus masih saja mendengungkan nama Batman keseantero negeri. Untuk memupuk semangat mereka yang mulai goyah lantaran lemahnya koalisi. Tapi Batman yang telah mendengar keluh kesah Jendral Kardus tak lagi marah mendengar namanya di sebut-sebut. Dan malahan dia merasa kasihan pada mereka para pendukung Jendral Kardus.

Batman lantas mohon diri, dan langsung bekelebat menghilang dalam kegelapan malam. Jendral kardus merasa lega karena kesedihannya di pahami oleh Batman. Tapi kabar kedatangan Batman ini didengar oleh kaki tangan kerajaan Tang. Lalu kabar ini menyebar kemàna-mana sehingga nama Batman menjadi semakin sering di perbincangkan. Bukan sebagai suatu ancaman, tapi sebagai bahan olok-olokan diantara masyarakat kerajaan Tang yang damai dan bahagia. Sehingga