Bu Kek Siansu Jatuh Kebumi, Di Hantam Jurus Bangau Mengepit Kardus


Bu Kek Siansu sedang beristirahat di ruangannya, ketika pendekar bangau tiba-tiba datang membawa bungkusan kardus yang di dapatkannya dari hasil berkelana di dunia Kang-Ouw selama 8 bulan. "Selamat pagi, sudikah kiranya Bu Kek Siansu menemui hamba, Hamba wakil gubernur kerajaan Tang" teriak pendekar bangau didepan pintu rumah Bu Kek Siansu. Mendengar itu, Bu Kek Siansu langsung berlari berkelebat dan tau-tau sudah berada di depan pendekar bangau. "Oh pendekar bangau, ada apakah kiranya tuan pendekar tiba-tiba berkunjung kegubuk saya ?" Tanya Bu Kek Siansu. 

Singkat cerita Bu Kek Siansu menerima bungkusan kardus yang di bawa oleh pendekar bangau tersebut. Dan lekas-lekas menyuruh anak buahnya untuk membagikan kepada para koleganya yang lain. Mengapa demikian? Tak lain karena kekurangan amunisi yang di deritaa Bu Kek Siansu lantaran kalah berperang beberapa Tahun lalu.

Di luar sana, tanpa di duga pendekar bertelinga delapan dari dinasti dem ouw at mendengar kabar tentang kedatangan pendekar bangau tersebut ke kediaman Bu Kek Siansu. Dan sejak tadi telah mendengarkan diam-diam perbincangan antara pendekar bangau dan Siansu. 

Betapa terkejutnya pendekar bertelinga delapan tatkala mendapati bahwa Bu Kek Siansu mengingkari Janji nya untuk menjadikan pangeran dari dinasti Dem Ouw At sebagai wakilnya jika berhasil merebut kerajaan Tang nanti. Dan kini lebih memilih pendekar bangau sebagai wakil nya kelak, lantaran mampu memberikan bingkisan Kardus berharga itu.

Dengan marah pendekar bertelinga delapan melaporkan hal itu kepada ketua nya. Lantas pecahlah kesepakatan diantara kedua mantan Jendral kerajaan Tang Tersebut. Mereka kemudian saling menyerang, dan Bu Kek Siansu pun terjatuh kebumi. Sejak Saat itu julukan Bu Kek Siansu di cabut darinya, lalu kemudian dia lebih di kenal dengan julukan Jendral Kardus. Sebagai cemo'ohan karena kekalahnnya disebabkan hanya oleh bingkisan kardus yang di bawa oleh pendekar bangau. 

Bersambung....