Bung Karno Memutuskan Untuk Terlahir Kembali Di Bumi Indonesia

Credit : Roso Daras

Oleh: Muhammad Mucklish

Bung Karno masih duduk di dekat jendela seperti biasanya, sambil membaca koran atau apa saja yang dapat di baca. Memperhatikan peta politik pada hari ini, bapak bangsa itu menjadi sedih. Hatinya bagai disayat-sayat, menyaksikan para politisi menghambur-hamburkan uang demi meraih kekuasaan. "Ah, mengapa jadi seperti ini" gerutu Bung Karno dalam hati.

Bagaimana bisa satu negara yang ia perjuangkan mati-matian, berubah menjadi negeri bisnis semata. "Bukankah dahulu kami mendirikan negara ini untuk memerdekakan rakyat dari penghisapan kapitalisme barat" gerutu Bung Karno lagi. Tapi sekarang justru rakyat malah dihisap oleh kapitalis negeri sendiri. "Ah, sungguh menyedihkan" pikir Bung Karno.

Tak mau larut dalam kesedihan, Bung Karno lalu mengumpulkan kawan-kawan seperjuangannya. Antara lain Bung Hatta, Tan Malaka, Sutan Sjahrir dll. Bukan itu saja, para pemuda menteng 31 yang di komando Soekarni, Chairul Saleh dkk juga turut hadir dalam forum tersebut. Dan setelah berdiskusi panjang lebar, akhirnya Bung Karno memutuskan untuk lahir kembali. Begitu pula yang lainnya, demi meluruskan arah perjuangan bangsa Indonesia dalam menģisi dan mempertahankan kemerdekaannya. Mereka semua bersedia untuk terlahir sekali lagi.

Demikianlah para bapak bangsa itu beserta para pemuda mulai muncul kembali di bumi Indonesia. Bergerak dari satu dimensi kedimensi lainnya. Hingga akhirnya semua telah berkumpul. Terik matahari tak menghalangi kedatangan mereka. Semangat yang menggebu nyatanya mampu menumbangkan segala tirani yang ada. Dalam sekejap kekuasaan telah diambil alih. Lalu mereka semua bekerja sama menumbangkan hegemoni kapitalisme, kemudian mendistribusikan keadilan kepada seluruh rakyat Indonesia.

Alhamdulillah akhirnya rakyat Indonesia dapat merdeka 100% dari penghisapan dan penjajahan kaum borjuis nasional. Perusahaan-perusahaan telah di nasionalisasikan, tanah-tanah di bagikan secara merata. Inilah dunia baru yang sejak lama di impikan para pendiri bangsa. Suatu dunia tanpa eksploitasi manusia atas manusia. Tanpa tengkulak, pencoleng, apalagi koruptor. Semua orang bekerja kerjasama dan bergembira bersama.

Hingga tibalah saat yang paling mengharukan. Bung Karno dan kawan-kawan serta para pemuda harus berpisah dari rakyat dan kembali kepada keabadian. Isak tangis seluruh rakyat mengiringi langkah kaki para pahlawan itu. Menghantarkan mereka kegerbang nirwana. Sampai didepan gerbang, Bung Karno berbalik kearah rakyat sambil tersenyum dan berpesan. "Hai pemuda, hai seluruh rakyat Indonesia. Warisilah dari kami api nya, jangan abunya" dengan penuh semangat "kutitipkan bangsa dan negara ini kepadamu semua" sambung Bung Karno. Lalu beliau kembali berbalik kearah pintu, lantas menghilang diantara cahaya yang benderang.