Gerilya Tan Malaka, Melawan Fasisme Dalam Bentuk Yang Berbeda


Kopi hangat di pagi hari, sambil menghisap sebatang rokok Tan Malaka telah sibuk bergerilya di social media. Hanya satu tujuannya, mengganjal fasisme dalam bentuk yang berbeda agar tak menjadi penguasa.

Pada awal maret tahun 2018, setelah bangkit dari kuburnya, Tan Malaka mendapati negeri sedang dalam bahaya. Kekuatan fasisme ada di mana-mana, mengancam kesetabilan negara. Untuk itu sang revolusioner yang tak pernah tua ini memutuskan untuk melawan.

Hari semakin siang, panasnya matahari seperti panasnya semangat yang terbakar. Meski terkepung diantara dua sisi yang saling berhadapan. Tan Malaka tak pernah mundur. Serangan demi serangan membuat kardus-kardus berjatuhan. Dia optimis bahwa kardus memang harus di daur ulang. Agar dapat berguna dan menjadi sesuatu yang bernilai.

Perjuangan ini, mendapat dukungan dari pada para kawanan reptil, "syukurlah" pikir Tan Malaka menjadi lebih bersemangat. Serangan tiada akhir, harus terus didesakkan agar massa rakyat tak kembali terjebak pada rezim bengis yang haus darah.

Dan tak kalah derasnya, dukungan dari para penjiwa Agama. Membuat hati menjadi lebih teguh, tak tergoyahkan oleh caci maki kardus-kardus kosong tanpa makna. Kopi tinggal sedikit dan telah dingin, asap rokok mengepul memenuhi kamar. Dalam sekali hirup cangkir pun telah kosong, kembali Tan Malaka menyulut batang terakhir tembakaunya.
Melanjutkan perjuangan hingga titik darah penghabisan....
MERDEKA !!!