Para Kapitalis Menyumbang Palestina, Padahal Mereka Itulah Dalangnya


Oleh: Muhammad Mucklis

Setiap perang memerlukan biaya yang amat besar. Dan itu hanya bisa dihasilkan lewat sistem kapitalisme yang menyengsarakan kelas pekerja maupun para konsumeris. Disisi lain tindakan onar AS di timur tengah adalah demi mengeksploitasi habis-habisan minyak yang berada disana. Lewat para Islamic gadungan yang mereka (AS) pekerjakan untuk mengecap islam sebagai teroris. Demikianlah kapitalis itu menghisap, menghancurkan tapi di depan semua orang mereka berlagak baik hati dengan menyumbangkan sedikit uang yang sejatinya mereka cetak sendiri.

Karena kita tahu bahwa dollar AS sangat berharga di dunia. Oleh setiap negara yang akan mencetak uang harus memiliki dollar sebagai jaminannya. Bukankah ini sangat menggelikan? Dimana seluruh negara di dunia harus tergantung kepada mata uang negara lain untuk mencetak mata uangnya sendiri. Pun ini terjadi kepada negeri-negeri Islam seperti Arab Saudi. Belakangan bahkan Rusia pun tenggelam dalam pembodohan ini meski tak terlampau dalam.

Karena kita tahu, sejak dulu, bahwa bangsa Rusia dan juga China adalah merupakan penentang dari negara adikuasa yang semena-mena yakni Amerika Serikat dan sekutunya.

Jadi teramatlah bodoh jika seseorang maupun sekelompok orang menganggap AS adalah seorang sahabat yang baik hati. Karena mau menolong dengan menyumbangkan dollarnya kepada negara-negara yang sedang dilanda konflik seperti Palestina. Padahal justru merekalah (AS dan sekutunya) yang jadi biang keladi ataupun sumber dari segala macam konflik di timur tengah tersebut.