Romantisme Sang Revolusioner


"Dik, abang besok mau naik gunung. Entah kapan pulangnya. Maaf kalo abang banyak salah, dik" kata Rocky dengan wajah lesu. "Kok abang ngomongnya begitu ?" Jawab Ayni keheranan. "Abang sudah terlalu banyak musuh di dunia ini dik, Tuhan sepertinya sudah jengkel benar kepada abang" keluh Rocky. "Terus Ayni gimana bang? Ayni masih membutuhkan abang" dengan suara lirih Ayni meneteskan air matanya.

"Ayni jangan khawatir" kata Rocky meneguhkan. "Masih banyak di luar sana orang yang lebih baik dari abang, Ayni berhak hidup bahagia dengan pria lain yang lebih mapan". "Enggak bang, cuma dengan abang Ayni bahagia, abang jangan takut. Mari kita hadapi semua masalah bersama-sama". Kata Ayni sambil memeluk Rocky erat-erat. Sejenak suasana menjadi hening, hanya suara isak tangis Ayni yang terdengar. Malam semakin larut dan pikiran Rocky semakin kacau.

Rocky mengambil nafas panjang "hhhufff". "Abang bukannya merasa takut dik, tapi hanya merasa jenuh dengan kehidupan ini. Tak ada nasib baik menghampiri, meski segala upaya telah di kerahkan". Ayni tidak menjawab, dia hanya terus memeluk Rocky erat-erat. Tak terasa sudah semalaman mereka berpelukan. Ayam telah berkokok tanda mentari telah menyingsing. Tapi meraka tetap diam mematung.

Dan tibalah saat nya Rocky harus pergi, dilepasnya pelukan Ayni perlahan-lahan. Tapi Ayni masih mencengkram tubuh Rocky dengan kuat. "Lepaskan abang dik, abang harus pergi sekarang. Banyak yang ingin membunuh abang" Pinta Rocky. "Tidak bang, kalau abang pergi, Ayni harus ikut". Dengan gemetar, Rocky yang mau tak mau harus meninggalkan rumahnya lantas berkata "baiklah, Ayni ikut abang, ayo cepat bereskan pakaian yang hendak di bawa". Ayni pun bergegas mengepak barang-barangnya. Begitupun Rocky, meski tak banyak yang ia bawa. Hanya sekedar buku-buku, pena,pensil, dan beberapa helai pakaian saja.

Belum lagi mereka meninggalkan rumah, pintu depan telah di gedor segerombolan orang-orang ganas dengan nada membentak mereka berteriak "Rocky, keluar kamu ! Jangan bersembunyi seperti tikus. Kau harus bertanģgung jawab atas hasutan mu kepada para pekerja tuan jack ma". Rocky tak menjawab, dia langsung menarik Ayni untuk kabur lewat pintu belakang, namun setelah mengintip keluar ternyata rumah itu telah di kepung. "Ya Tuhan" bisik Rocky dalam hati. "Sepertinya hari ini aku bakal mati".

"Bang, Ayni takut" kata Ayni sambil bergidik mendengar suara-suara bising di luar. Rocky terus berpikir keras, bagaimana agar bisa lolos dari kepungan para bandit itu. Tiba-tiba muncul ide Rocky untuk membakar rumahnya, kemudian dia dan Ayni bersembunyi di dalam tong air agar tak ikut terbakar.

Melihat ada api dari dalam rumah, para bandit di luar jadi heboh. Warga sekitar mulai berdatangan. Akhirnya kepala bandit itu mengajak anak buahnya untuk kabur, karena khawatir dikira yang membakar rumah. Tak disangka ketika hendak pergi, seorang warga melihat itu, "itu dia pembakarnya, ayo serbu" teriak warga bernama budi. Tak menunggu waktu lama, warga langsung mengejar dan memukuli para bandit-bandit itu yang tertangkap. Beberapa dari mereka dapat lolos dengan berlari memasuki hutan.

Sementara Rocky menjadi gelisah melihat kekasihnya, Ayni lemas karena terlalu lama berada di dalam air. "Ayni, bertahanlah sayang". Bisik Rocky, namun Ayni sudah tak mampu menjawab. Melihat api mulai mengecil, Rocky memberanikan diri keluar dari tong air sambil menggendong Ayni, dia langsung melompar lewat pintu belakang. Terus berlari menuruni jurang yang mengelilingi gunung semeru yang dituju nya.

Entah berapa lama Rocky berlari, sampai akhirnya dia merasa kelelahan, kemudian berhenti sejenak. Di tepuk-tepuknya pipi Ayni "dik, bangun dik, ayo bangun sayang" tapi Ayni tak juga membuka matanya, Rocky jadi semakin khawatir, namun dia merasakan jantung kekasihnya masih berdetak. "Syukurlah" pikirnya, lega.

Kini Rocky tak lagi berlari, dia hanya berjalan meski masih sambil menggendong kekasihnya. Tak jauh dari situ ternyata ada sungai. Ketika sampai di tepi sungai di baringkannya tubuh Ayni diatas pasir. Dan dia pun beristirahat, perutnya terasa lapar tapi dia tak sempat membawa apa-apa tadi dari rumah. Akhirnya Rocky memutuskan untuk menangkap ikan di sungai, dia pun mencari sesuatu untuk di jadikannya tombak, dan setelah mendapatkannya Rocky kembali ke tepi sungai, tetapi alangkah kaget Rocky ketika melihat para gerombolan bandit-bandit itu telah membekap Ayni, mereka meraba-raba tubuhnya seperti hendak memperkosa.

Rocky yang jengkel melihat itu, kontan saja melemparkan tombaknya dan "brussss" tombak itu menancap di kepala si bandit. Sehingga kawan-kawannya menjadi terkejut. Mereka melepaskan Ayni yang kini sudah siuman, para bandit itu, langsung berlari kearah Rocky, dia yang gemetar pun refleks langsung berlari memutar menuju sungai, kemudian di tariknya tubuh Ayni yang setengah telanjang, lantas mereka terjun kesungai.

Arus air sungai yang deras menghanyutkan sepasang kekasih ini, meraka terbawa semakin jauh dan bertambah jauh sampai lenyap dari pandangan mata para bandit.