Ada Pihak Yang Bermain, Sehingga Buruh Tak Mendapatkan Hak-Haknya


Ditulis ulang oleh: Muhammad Mucklish

Ketua Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Kubu Raya, Sujak menilai permasalahan yang menimpa buruh di PT Sintang Raya merupakan permainan oknum dilapangan. Sehingga buruh di PT Sintang Raya tidak bisa mendapat hak-haknya.

"Memang kalau buruh lepas tidak ada pesangon, tapi dari keterangan buruh mereka ini bekerja lebih dari tiga tahunan. Artinya sudah seharusnya menjadi karyawan tetap maka saya melihat ada permainan oknum perusahaan di lapangan yang mencoba menghilangkan hak-hak buruh," ujarnya.

Sesuai dengan Kepmen tahun 2004 ia mengatakan buruh lepas yang bekerja lebih dari tiga bulan otomatis menjadi karyawan tetap.

Tetapi yang terjadi di lapangan buruh tersebut tetap berstatus buruh harian lepas.

"Saya sudah mediasi di dinas tenaga kerja, status buruh lepas dan tidak lepas itu yang seperti apa, nah kepmen itu dipakai tidak, atau perusahaan pakai yang mana. Kalau menurut peraturan maka buruh yang sudah lebih dari tiga bulan maka menjadi PKWTT (karyawan tetap) karena pengakuan buruh sudah kerja lebih dari tiga bulan maka tanpa disurati sudah otomatis jadi karyawan tetap," ungkapnya.

Artinya menurut dia PT Sintang Raya terlalu mengekploitasi buruh tanpa memperhatikan hak-hak buruh tersebut.
"Pengusaha inikan target harus tercapai, maka aturan dibuat sendiri tapi melanggar UU. Ketika buruh akan dipensiunkan malah dibilang dia buruh lepas, agar hak buruh sebagai buruh tetap tidak perlu dipenuhi," tuturnya.

Karena itu ia sangat mengharapkan ketegasan dinas terkait untuk menangani permasalahan tersebut.

"Kalau peruhsaan mengacu atura yang salah maka tegas bilang dia salah, kalsu buruh yang salah silahkan tunjukan dimana kesalahannya," tutupnya.

Via: Tribun Kubu Raya