Axl Rose dan Kaos Bertuliskan 'St Louis Sucks'


Guns N Roses punya berjilid-jilid cerita sebelum datang dengan konsep reuni ke GBK 8 November nanti. Band rock terbesar era 90'an itu adalah kiblat.

Band yang terbentuk 1985 di California tersebut tak butuh waktu lama untuk mengubah dunia. Sebuah era tanpa pagar idealisme yang punya dampak signifikan pada perkembangan musik.

Ini memang bukan pertama kalinya Guns N Roses tampil di Jakarta. Sebelumnya tahun 2012, mereka juga datang meski penggemar hanya bisa melihat Axl Rose yang diiringi para personel baru.

Kini, mereka hadir dengan konsep reuni. Para personel yang bakal hadir adalah orang-orang yang pernah tampil melegenda di Use Your Illusion World Tour.

Tur tersebut adalah rangkaian konser terpanjang yang pernah dilakukan oleh Guns N Roses. Mereka memulainya sejak 20 Januari 1991 hingga 17 Juli 1993.

Tur itu juga merupakan konser terpanjang dalam sejarah musik rock. Terdiri dari 194 konser di 27 negara. Dari sana juga muncul berbagai macam pemikiran yang justru tidak berakibat baik untuk band pelantun 'Mr Brownstone' itu.

Puncaknya ada di tanggal 2 Juli ketika mereka tampil di St Louis yang dihadiri enam belasan ribu penonton. Pertunjukan itu digelar di Amphitheatre Riverport yang dibuka dengan gegap gempita setelah mereka memainkan 'Perfect Crime'.

Namun konser tersebut berakhir dengan kekacauan. Alat-alat musik Guns N Roses hancur berantakan setelah dilempari penonton yang mengamuk.

Awal mula kejadian tersebut ketika Axl Rose meminta petugas keamanan konser untuk mengusir beberapa orang yang dianggap mengacau di kerumunan penonton. Namun permintaan itu tak digubris.

Axl Rose sampai turun tangan untuk mengusir mereka. Bahkan, ia terlihat mendaratkan pukulan kepada salah satunya, sebelum diseret petugas keamanan kembali ke atas panggung.

Guns N Roses lantas menghentikan konser tersebut setelah lebih dari satu jam tampil. Penonton yang kecewa atas kejadian itu pun naik darah hingga melakukan perusakan.

Beruntung tak ada cedera yang dialami para personel, meski setelah itu ada tuduhan Axl Rose adalah orang yang paling bertanggung jawab atas insiden tersebut. Axl Rose sampai membuat kaos bertuliskan 'St Louis Sucks' mengingat momen tersebut.

Sebab tak cuma bagi dirinya saja, para personel Guns N Roses pun mendapatkan efek tak kalah hebatnya. Sang gitaris, Izzy Stradlin ketika itu naik pitam sebagai akumulasi kekesalannya kepada Axl Rose. Ia menuduh Axl sudah beberapa kali bersikap tak profesional seperti datang terlambat sampai berbagai masalah internal lainnya. Izzy pun memutuskan untuk hengkang dari Guns N Roses beberapa bulan setelah kejadian itu.

Ketika itu formasi band tersebut diperkuat oleh Axl Rose (Vokal), Slash (Gitar), Duff McKagan (Bass), Izzy Stradlin (Gitar), Dizzy Reed (Keyboard), dan Matt Sorum (Drum).